Wednesday, October 24, 2012

Sengkarut HAM


PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA
(Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 1999)
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
  1. bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng, oleh karena itu harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun;
  2. bahwa untuk menjaga agar pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta memberi perlindungan, kepastian, keadilan, dan perasaan aman bagi perorangan maupun masyarakat maka perlu diambil tindakan atas pelanggaran terhadap hak asasi manusia tersebut;
  3. bahwa yang berwenang mengadili pelanggaran hak asasi manusia yang berat sesuai dengan ketentuan Pasal 104 ayat (1) Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia adalah Pengadilan Hak Asasi Manusia;
  4. bahwa berdasarkan kondisi yang sangat mendesak dikaitkan dengan tanggung jawab untuk ikut serta memelihara perdamaian dunia, maka untuk pelanggaran hak asasi manusia yang berat, perlu segera diselesaikan oleh Pengadilan Hak Asasi Manusia;
  5. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c, dan d perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia;
menyimak poin-poin dari a sampai e diatas, kesimpulan apakah yang dapat kita ambil dengan berbagai peristiwa dan pembiaran dinegara tercinta ini?

Dalam poin a, hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, artinya adalah hak tersebut adalah anugerah dari Sang Pencipta dan tidak ada seorang manusiapun didunia ini yang berhak mengambil, merampas, mengurangi, mengabaikan hak manusia lain dan sebaliknya adalah kita harus melindungi, menghormati dan mempertahankan harmonisasi antara manusia-manusia agar hak-hak tersebut terlindungi dengan baik.

 Dalam pasal 1 lebih lanjut mengatakan bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara hukum, Pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Jadi kewajiban untuk melindungi HAM bukanlah hanya kewajiban pemerintah semata, namun juga adalah kewajiban setiap orang yang sadar posisinya sebagai warga Negara. Namun coba lihat peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, ketika kadang kita memakai standar ganda dalam mengusung HAM. Lihat bagaimana fakta-fakta berbicara tentang penutupan rumah-rumah ibadah, pengusiran dan pembunuhan terhadap orang yang menganut keyakinan berbeda, teroris, kemudian anarkisme yang marak dalam setiap pemberitaan media. Ketika pelakunya tertangkap atau diungkapkan ke public maka mereka akan bermain cantik dalam topeng bernama HAM. Bagaimana mereka yang harus kehilangan tempat bersekutu dengan Tuhannya, bagaimana mereka yang harus terusir dari tanah tempat berpijak, kehilangan harta, sanak saudara bahkan nyawa mereka..hanya karena ada segelintir orang yang tidak senang hidup dalam perbedaan?..mereka yang telah secara terang-terangan menginjak hak dasar, harkat dan martabat orang lain sebetulnya adalah arogansi kemanusiaan mereka yang telah mencoreng citra Tuhan yang mereka sembah dan menampilkan gambarNya sebagai Tuhan yang bengis, pendendam, iri hati, congkak dan cenderung psikopat. Padahal tidaklah demikian, karena hanya segelintir mereka yang memelintirkan fakta bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan penuh kasih dan pengampun sebagaimana sebagian umat-umatNya yang saya kenal, sejuk dan bersahaja.

Ayat (1) mengatakan Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Jika disimak melalui kalimat ini, apa sanksi yang diberikan kepada pelanggar berat ini? Tapi lihat, kadang mereka masih bisa cuap-cuap membela tindakan dan ideology mereka disetiap corong yang diberikan kepada mereka, bahkan kadang kita melihat mereka tersenyum dan tertawa tanpa ada rasa bersalah atas perbuatannya.

Kemudian bagaimana prakteknya para pengusung HAM di Negara ini, seringkali saya tangkap kadang kita memakai standar ganda didalam pembelaan atas hak asasi manusia, para pelanggar HAM kadang-kadang justru berlindung dibalik HAM demi melepaskan mereka dari jeratan hukum, pemerintah selalu diposisikan sebagai pelanggar HAM meskipun kadang mereka juga menjadi korban HAM, sebut dalam demo-demo, berapa banyak aparat yang terluka dan harus kehilangan nyawa namun tidak ada seorangpun yang membela mereka dan menggugat pelaku anarkis sebagai pelanggar HAM, namun tidaklah demikian bila terjadi sebaliknya. Meskipun saya setuju bahwa penegakan HAM mesti melihat dari dua sisi dan adil dalam menilai, karena jelas dalam poin-poin diatas, bahwa semua orang bertanggungjawab untuk menegakkan HAM karena HAM adalah hak asasi setiap manusia, tidak peduli apa latar belakangnya, profesi dan status social dan pelanggaran atas HAM haruslah mendapat sanksi yang berat karena setiap orang dewasa harus bertanggungjawab atas perbuatannya.

kemudian apa jenis pelanggaran HAM lainnya yang kadang tanpa kita sadari terjadi disekeliling kita ?Diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengecualian yang langsung ataupun tak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik, yang berakibat pengurangan penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan aspek kehidupan lainnya.

Fakta bahwa saat ini, banyak terjadi politisasi agama yang mencoba memasukkan ideologi mereka kedalam ranah pemerintahan, dan dibiarkan..kenapa? bermunculan perda-perda bernuansa diskriminatif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sampai kapankah kita menutup mata terhadap semua itu? baru-baru ini terjadi penutupan tempat-tempat ibadah gereja dan vihara di Aceh, karena kepala daerah masih belum puas dengan point persyaratan dalam sampah bernama SKB tiga menteri, apa yang terjadi apabila ditempat lain yang kebetulan golongan mayoritas menjadi minoritas masyarakat melakukan hal yang sama? coba renungkan...

Thursday, October 11, 2012

Ditaklukan tiga bukit, Ekspedisi Kayu belian

Celaka ...umpatan dari neraka itu tak terasa lolos dari mulutku ketika harus bergelayut pada akar-akar yang menjuntai ditebing bukit lokasi air terjuan liang nyiam. Terlebih lagi karena memanjat tebing bukit curam itu bukanlah bagian dari rencana semula, rupanya ada kawan-kawan yang termakan propaganda dari tim quide bahwa ada kayu belian berumur ribuan tahun terbesar di kapuas hulu yang menunggu untuk dibuktikan, celaka lagi..kebiasaan orang-orang kita adalah sulit berkata jujur terkait jarak..katanya sekalian pulang sudah memotong jauh jarak tempuh. Mana pernah saya mendapat pelatihan panjat tebing, dan tidak pernah niat lagi...quide menghiburku dengan mengatakan bahwa tidak lama lagi sudah rata permukaannya...ternyata benar saudara-saudara...selama beberapa menit kedepan permukaan tebing tetap rata keatas..sesampainya di kaki bukit yang agak datar, kesadaranku hanya tinggal separuh dan langsung menelungkupkan diri ditimbunan dedaunan...kemewahan pertama ditengah belantara.

Katanya sih petualang..ni masih segar2...
Tujuan utama ke air terjuan liang nyiam ini
muka lusuh semua akhirnya tiba dilokasi penyebab perjalanan konyol

Lagi-lagi quide mengatakan tidak akan lama lagi perjalanan menuju kayu belian akan berakhir...meskipun pada kenyataannya..harus mencapai bukit kedua yang tak kalah curamnya, sial....rasanya sulit mengingat detail perjalanan karena separuh pingsan berjalan dengan terhuyung-huyung dan semua semangat untuk menjepret menguap dalam ketidaksadaran tersebut, karena itu aku tidak punya dokumentasi perjalanan itu.
Akhirnya dibukit kedua, sampailah dilokasi kayu belian..apa yang terjadi?...dalam benakku tadi, aku sudah membayangkan ingin mengepalkan tinju ke pohon tersebut, karena sudah menjadi alasan gila perjalanan tersinting dalam hidupku ini...ternyata, kami hanya menemukan fosil kayu belian yang sudah tumbang dan menjadi tempat bersarang komunitas kelelawar....bangsat!


Dengan rasa lelah dan dongkol bukan main bercampur kasihan pada diri sendiri dan rombongan, sinar matahari yang semakin redup menandakan hari beranjak senja kami mencari jalan pulang dan mendaki bukit ke tiga, pepohonan rimbun, onak dan duri sudah tidak terasa lagi melukai kaki...akhirnya tercetus pengakuan menyakitkan dari penunjuk jalan..bahwa ia benar-benar lupa jalan pulang....BAYANGKAN!!!!!
Rasanya otak sudah berhenti berpikir dan pasrah jika harus jadi fosil berikut apabila tersesat dibukit ketiga...dengan meraba-meraba mencari celah untuk jalan pulang, haripun sudah senja...kami sempat menemukan kebun dari kampung tetangga..namun jika mengikuti jalur itu..maka jarak tempuh akan sangat panjang..akhirnya diputuskan untuk menuruni tebing bukit yang curam dan dipenuhi rotan berduri...penunjuk jalan membuat semacam terowongan dengan menebas semak-semak yang menghalangi, namun menuruni tebing bukit ketiga tersebut luar biasa menyakitkan..selain curam dikiri-kanan penuh onak duri sehingga sulit mendapatkan pegangan untuk menahan keseimbangan tubuh. sudah tak terhitung rasanya luka-luka goresan dikaki dan tangan..akhirnya...kami sampai dibawah dan menemukan kembali lokasi persawahan yang dikenal oleh penunjuk jalan..akhirnya malampun tiba dengan berbekal berapa buah senter kamipun tiba dilokasi bendungan yang merupakan rute pertama menuju air terjun, beristirahat sejenak dan meneruskan perjalanan pulang akhirnya tiba diperkampungan kira-kira pukul 19.00 malam, disambut dengan fakta bahwa  hampir saja orang dikampung menerjunkan tim SAR untuk mencari keberadaan kami.
Jika dipikir lagi, kami benar-benar konyol...ceroboh..berpikir pendek..dan sejenisnya..harusnya sebelum memutuskan merubah rute harus ditanyakan dengan serius kepada penunjuk jalan..kira-kira tahun berapa terakhir beliau itu melalui rute menuju kayu belian?

Monday, September 24, 2012

Tawuran dan anarki

Berita tawuran di jakarta antara SMAN 70 dan SMAN 06 memakan satu orang korban jiwa yang tidak bersalah, kenapa tidak bersalah? karena anak itu pada saat itu baru selesai makan disebuah Kafe yang berdekatan dengan lokasi kejadian...kenapa terus tawuran?
Ada tanda tanya besar disini, kenapa anak-anak remaja belia itu sangat menyukai kekerasan sebagai simbol kejantanan dan juga pertemanan, trus siapa yang salah dalam hal ini?
Jawabannya adalah kita semua yang terperangkap dalam sistem yang mengijinkan bibit-bibit anarkis menjalar, merasuk, mendekam menjadi racun dalam hati mereka. Sistem hukum yang tidak tegas dan cenderung melakukan pembiaran pelanggaran-pelanggaran hukum..contohnya? ya seperti FPI itu yang selalu merasa jumawa untuk mendikte dan menghakimi orang lain yang tidak sehaluan dengannya..kemudian kenapa sistem pendidikan di sebuah pesantren terbukti selalu melahirkan teroris-teroris masih dibiarkan hidup..? sistem pendidikan yang menggilas waktu berharga bersama keluarga dan mengukur semua hanya berdasarkan angka yang tertera diijazah...dan kita semua yang kadang menyuarakan persetujuan terhadap tindakan anarkis....lihatlah bagaimana reaksi orang-orang terhadap sebuah kekebabasan berekspresi yang nyeleneh..bagaimana mungkin kebodohan semacam itu menjalar diantara kita, dan dibiarkan tumbuh subur.
Sebuah restoran waralaba asing dihancurkan sebagai bentuk protes oleh orang-orang yang berpredikat MAHA SISWA, waw...pastilah apabila saat ini Nabi Muhammad yang mengajarkan kebaikan itu masih hidup akan merasa malu melihat kelakuan orang-orang yang menyebut diri pengikut.
Saya setuju dengan pernyataan OBAMA bahwa kebebasan berbicara adalah satu-satunya solusi untuk menghadapi apabila kemudian hari masih ada orang gila yang membuat video serupa, lakukan protes dan argumentasi yang pintar dan cerdas, dan tunjukkan esensi dari hidup beragama yang sebenarnya, tapi jauhi tindakan anarki...harusnya kita mesti malu hati pada orang yang menyebut dirinya Atheis, kenapa? ternyata agama tidak membuat kita lebih baik dari mereka...

Jodoh

" Nin, ada salam dari si B"..." si B siapa?"
"yang pernah ketemu dulu bah.."
"ooooo...."
"orangnya baik, masa depan cerah..sering keluar negeri...tunggu apa gi..?'

" waduh..pikir2 dululah aku ni..."
" ndak usah banyak pikir nin..."
Termenung....hidup ini kan memang harus dipikirkan secara serius kalau mau membuat keputusan, apalagi masalah hidup dan mati,..masalah jodoh boy, orang yang akan hidup bersama kita sampai maut datang...

" udah meh, salam balik...ku coba dulu..kali gak cocok.."
"a piak meh nin...coba dulu..."
" letih gak aku ni..dibujuk-bujuk..." sambil merenung dalam hati, apakah aku ada kelainan atau apa...kok aku  cuma bisa jatuh cinta pada kemustahilan,..pada suatu yang hidup dalam imaginasi liar dan mungkin takkan menjadi sesuatu yang bisa diwujudkan....
Aku punya kebiasaan buruk, kalau dipaksa ketemu seseorang yang mau dicombalingin..langsung bawaannya mual, mau lari sekencang-kencangnya, lain kalau aku memutuskan sendiri ketemu dengan seseorang yang belum terlibat dengan lingkunganku...
Entahlah..liat nantilah,..aku cinta kebebasanku..cinta duniaku..cinta cara hidupku...apakah hidup dengan seseorang yang tidak ku cintai akan membuat perbedaan...?

Menyedihkan....fuck !!!

Tuesday, September 18, 2012

Gansir waterfall, menikmati segarnya alam






Nanga Yen sebuah desa kecil di kecamatan hulu gurung kapuas hulu kalbar. Jalan rabat beton sebagian disusul tanah merah dan tanah berbatu-batu selama kurang lebih satu jam dari ibu kota kecamatan, melalui dua jembatan gantung tibalah kami di nanga yen. Penduduk lokal 100% melayu dan muslim, bermata pencaharian sebagai petani dan juga berkebun sebagai pekerjaan utamanya, pedagang, PNS daerah ini berpotensi sebagai sentra padi untuk kecamatan hulu gurung. Namun yang tak kalah pentingnya adalah alamnya yang luar biasa, hutan yang masih asri menyimpan potensi sebagai destinasi wisata alam karena flora dan fauna yang langka ditempat lain ada disini, bahkan hewan-hewan yang dlindungi seperti burung enggan, rangkong, trenggiling, kera, kelempiau dan lainnya. Daerah yang berbukit-bukit ditumbuhi pepohonan rimbun memiliki kekayaan air terjun dan sungai yang masih segar dan jernih dan bersih dari polusi.



Salah satu air terjun yang relatif dekat dibanding yang lain adalah air terjun gansir, terdapat jalan setapak yang bisa dilalui kendaraan roda dua namun harus berjalan kaki sekitar satu jam mencapai lokasi ini, cocok untuk yang senang treking. Kami mendirikan tenda pas dilokasi air terjun, kesejukan karena terdapat kanopi  pepohonan yang lebat menaungi, kesegaran airnya yang bisa langsung diminum kami nikmati sampai keesokan harinya. Inilah hasil jepretan fotografer yang belum profesional, jadi harap maklum hasilnya.


Sunday, September 9, 2012

Potensi Ekonomi Mikro Kapuas Hulu

Jalan-jalan ke pasar pagi, pemandangan meriah beragam produk industri rumahan memenuhi warung, lapak dan kios..senangnyanya melihat sayuran hijau menggoda mata..hmmm...bikin dompet terkuras nih. Belanja dipasae pagi jadi terapi yang menyenangkan..coba deh yaaaa..



Telur ikan bejawan alias kaviar khas kapuas hulu

ini yang namanya ikan bejawan, tidak ada tulang kecil-kecil jadi lebih mudah repot memilah daging dari tulangnya
aneka ragam kerupuk kering dari ikan, proses awalnya sama dengan membuat kerupuk basah namun setelah matang diiris tipis kemudian dijemur, yang paling mahal dan enak bila berbahan baku ikan belidak,1/2 harganya bisa 30-40ribu

Juga penghasil madu alam, warna dan rasa kadang agak beda tergantung nestar atau jenis bunga apa yang dikosumsi oleh lebah tersebut

salai ikan lais, memiliki rasa yang gurih dan bisa untuk lauk

Sunday, September 2, 2012

Lahan Rakyat, lahan investasi?


Saya sebetulnya bukan orang yang anti investasi perkebunan, karena bagaimanapun sektor perkebunan khususnya kelapa sawit merupakan salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi dari eksport CPO dan juga merupakan salah satu bahan baku yang penting bagi berbagai macam industri. Kalimantan dan daerah lainnya indonesia beruntung dikaruniai lahan yang begitu luas, khususnya kalimantan barat merupakan salah satu pulau terbesar di dunia dengan penduduk yang jarang-jarang sehingga banyak memiliki lahan menganggur meskipun telah didrop banyak transmigran dari pulau-pulau lain.
Namun kalimantan juga dikenal sebagai penyumbang oksigen dunia karena hutan tropis dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Penduduk lokal memiliki kaitan yang sangat erat dan tergantung sepenuhnya terhadap keseimbangan ekosistem didalamnya. Bisa dikatakan bahwa tanpa hutan, maka tak ada kehidupan, tak ada hutan berarti kematian bagi semua komunitas lokal. Dari dulu, masyarakat adat telah memandang penting menjaga kelestarian hutan dan menuangkannya dalam bentuk aturan-aturan 
positif yang disepakati bersama didalam komunitas tersebut bagaimana mengelola hutan, batasan-batasan apa yang harus dipatuhi agar hutan tersebut tetap terjaga bukan hanya bagi manusia melainkan bagi seluruh flora dan fauna yang hidup didalamnya. Namun dimulai dari era orde baru, munculnya Hak Pengusaaan Hutan yang dibagi secara royal kepada banyak perusahaan kayu, terjadi pembabatan besar-besaran terhadap lahan hutan rakyat, diganti dengan proyek akasia yang sisa-sisa kekonyolan proyek tersebut masih bisa disaksikan didaerahku dari satu atau dua pohon akasia yang tersisa dan tidak jelas untuk apa manfaatnya. 
Masuknya investasi perkebunan kelapa sawit tentunya sebenarnya merupakan hal yang positif, namun yang tidak positif adalah perubahan gaya hidup masyarakat tradisional yang telah menyerahkan lahan tersebut. Dengan tingkat pendidikan rendah, mereka tidak mungkin masuk sebagai pekerja profesional dalam perusahaan yang beroperasi bahkan untuk setingkat mandorpun sulit mencari person yang memiliki kualifikasi tersebut, karena memang mereka adalah masyarakat tradisional yang menganggap alam masih bisa menyediakan segalanya. Kebun karet yang sebelumnya menjadi penopang biaya hidup sehari-haripun telah dibabat, dan lahan untuk berladang tak ada lagi..saya membayangkan masa depan apa yang menanti mereka kelak. Cara satu-satunya adalah bagaimana pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat yang termarginal tersebut, mungkin dengan memberikan pendidikan gratis, pelayanan kesehatan yang baik dan pelatihan ketrampilan lain yang dapat mengalihkan mereka dari gaya hidup zona nyaman selama ini. Tapi betul akan demikian?
Memandang lahan yang dulu menghijau oleh pepohonan, kini oleh sawit-sawit, hatiku tertusuk perih...kemana satwa kini bersembunyi dari teriknya matahahari, memuaskan lapar dan dahaga mereka..masa depan apakah yang dapat kita berikan kepada rakyat kita yang lugu dan polos...semoga tidak menjadi konflik...semoga semua baik-baik saja...semoga panas tidak terlalu membakar kulit, sungaiku yang dulu jernih kini mengandung racun dan keruh...kemana mereka berlari, kemana mereka bersembunyi...