Wednesday, October 5, 2011

Dayak Tribe Traditional way of life


Suku dayak Kalimantan sebagaimana suku-suku lainnya diindonesia memiliki ciri khasnya sendiri, salah satunya berupa rumah tradisional. Dikenal sebagai rumah panjang karena terdiri dari banyak bilik yang mampu menampung sebuah komunitas dayak diperkampungan tertentu. Semakin banyak anggota komunitas maka akan semakin banyak bilik baru yang ditambahkan ke bangunan asli. Kebiasaan hidup masyarakat dayak sangat komunal, ikatan kekeluargaan sangat penting didasari semangat tolong menolong dan gotong royong. Tinggal bersama akan mempermudah memantau kehidupan anggota komunitas yang biasanya merupakan keluarga besar yang masih memiliki hubungan darah. Namun dewasa ini, cara hidup bersama dirumah panjang telah banyak ditinggalkan karena masyarakat semakin individualistis, alasan tata ruang dan kenyamanan. Salah satu wilayah yang penduduknya masih banyak menerapkan hidup komunal dirumah panjang adalah daerah perbatasan Indonesia Malaysia Kab. Kapuas Hulu Kalbar yang tediri dari suku iban dan taman baloh.



Dayak tribe traditional way of life

Dayak tribe of Borneo, as other tribes in indonesia has its own trademark, one form of traditional houses. Known as the long house or betang because it consists of many booths that can accommodate a certain at Dayak people community. More and more members of the community, the more the new booths were added to the original building. Dayak communities living habits are very communal, family ties are very important based on the spirit of mutual help and mutual aid. 


Staying together will make it easier to monitor the lives of members of the community which is usually a large family who still have blood relations. But today, how to live together at home long been widely abandoned due to increasingly individualistic society, spatial and comfort reasons. One of the areas whose population is still much to implement a long communal living at homeis Indonesia Malaysia border area consisting of the iban tribe and the taman baloh.

Tuesday, October 4, 2011

Nothing new under the sun


Sang Pengkhotbah anak Daud berkata :

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?


Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.


Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.


Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.


Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.


Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.


Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.


Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.


Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.


Prosa yang ditulis oleh Salomo dimasa berkuasanya tersebut berbicara tentang siklus kehidupan. Segala sesuatu yang terjadi dari masa ke masa pada dasarnya hanyalah pengulangan hal-hal yang terjadi dimasa lampau. Tidak ada hal yang benar-benar baru, kita hanya melakukannya dengan cara yang berbeda. Cara yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda, tapi segala sesuatu akan kembali pada porosnya darimana ia berasal, debu kembali ke debu, kehidupan yang fana akan berakhir pada kematian. Akhir sebuah kehidupan yang berawal dibawah matahari, maka akan berakhir dibawah matahari pula dan kembali hidup dibawah cahaya abadi yang lain. Kenang-kenangan akan berakhir dibatas memori yang bertumbuh dibawah matahari, lampau, kini dan nanti.

Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa pada tingkat kepuasan tertentu kita akan mulai jenuh kemudian menurun dan mencari pemuasan dalam bentuk lainnya, tidak  ada kepuasan yang kekal dibawah matahari, segala sesuatu adalah kesia-siaan. Kita mencari kebahagiaan dalam segala aspek kehidupan, tapi tetap ada ruang tersendiri yang tak terpuaskan, manusia mencari kekekalan, tapi apa yang kita anggap kekekalan tidak bertahan dibawah matahari, karena siklus kehidupan terus berputar. Keabadian hanyalah berupa kebenaran iman, sesuatu yang tidak kita lihat tapi kita yakini, tidak dibatasi malam dan siang, embun dan badai, penderitaan dan bahagia..matahari terbit dan matahari terbenam...keabadian adalah samudera raya kehidupan itu sendiri yang membenam kita dalam penciptaan yang baru melampaui apa yang kita ketahui tentang kehidupan ini. Saat siklus kehidupan dibawah matahari berakhir, maka  kehidupan yang baru berawal didalam keabadian Sang Pencipta. 

Monday, October 3, 2011

Menjadi " Berbeda"

Kita hanya sekumpulan manusia bertopeng yang kadang takut untuk menjadi diri sendiri. Kadang kita harus melakukan sesuatu agar dianggap sesuai dengan tuntutan sekitar kita, tak peduli bahwa hal tersebut tidak relevan dengan prinsip-prinsip yang kita anut.Kita mengatakan hal-hal yang manis demi menyenangkan hati orang lain, sementara pikiran berkata sebaliknya. Semua harus kita lakukan atas dasar norma  yang berterima umum dan berlaku dalam suatu komunitas. Norma yang kadang relatif karena berbeda situasi memiliki norma yang mungkin berbeda. Tapi orang-orang idealis menjaga kita untuk tetap jadi manusia yang jujur..jujur pada diri sendiri dan berani berbeda arah dalam menyatakan diri. Terima kasih Tuhan, karena masih ada orang-orang yang melakukan sesuatu bukan karena ingin dianggap pahlawan namun hanya karena itulah hal yang benar untuk dilakukan..mereka yang tak pernah menonjolkan apa yang mereka lakukan dan memilih lebih banyak bertindak ketimbang hanya berka-kata. Menjadi orang yang jujur memang harus berani jadi berbeda.

Thursday, September 29, 2011

Yogya ku kembali

Menginjak kaki di tanah yogyakarta selalu meninggalkan kesan tersendiri. Yogya kota yang nyaman, dan masyarakatnya hidup apa adanya kata pak supir taksi yang ramah. Yogya kota yang aman dan tentram, dan ciri tradisionalnya sungguh menggoda. Karena itu, pulang keyogya kali ini tak ku sia-siakan sedikitpun waktu yang ada. Malioboro tentu saja menjadi prioritas utama, kemudian pantai-pantai laut selatan di daerah gunung kidul pun tak lupa untuk dikunjungi. Dua diantaranya adalah pantai baron dan pantai krakal, pantai baron memiliki lanscape yang cantik dengan batu karang dan air yang jernih dan tidak terlalu asin, tapi pantainya tidak terlalu panjang. Dikedua tepinya terdapat tebing batu karang yang dibawahnya bisa untuk tempat bernaung dan bersantai menikmati es kelapa muda..mmm..nikmatnya. Sebelum pulang jangan lupa membeli oleh-oleh dari hasil laut seperti cumi-cumi, udang dan kepiting yang sudah digoreng dengan tepun dan juga cemilan yang terbuat dari rumput laut.


Sedangkan pantai krakal lebih landai dan lebih panjang namun gersang dan sangat panas karena tidak ada pepohonan yang bisa menaungi pengunjung dari panas matahari, saya hanya singgah sebentar.


 Diujung jalan malioboro terdapat tempat tongkrongan yang sangat ramai dimalam hari, tersedia bangku-bangku untuk duduk bersantai dan pedagang-pedagang menggelar dagangannya.







Yogyakarta, salah satu keindahan wajah indonesiaku..budaya dan tradisi yang penuh makna dan keramahan bersahaja. Yogya juga sangat menghargai perbedaan sebagaimana nafas dari bhineka tunggal ika. Karena itu yogyakarta dijuluki kota pelajar dan juga kota budaya, semoga yogyakarta semakin maju dan sejahtera.

Monday, September 12, 2011

Perjalanan Holiday, Meretas Lintas Batas


1315805419905662481


Dok. Pribadi (bukit genting lanjak)
Memanfaatkan waktu libur lebaran kemarin, penulis bersama teman-teman sepakat untuk melakukan perjalanan ke perbatasan lintas utara kabupaten kapuas hulu dengan menggunakan sepeda motor. Cukup melegakan karena saat ini jalan lintas utara yang menghubungkan ibu kota kabupaten putussibau ke daerah-daerah yang terletak disepanjang jalur perbatasan indonesia-malaysia sedang dalam kondisi yang jauh lebih baik dari setahun lalu. Jalan beraspal sudah mencapai kecamatan embaloh hulu dan setelah itu meskipun masih berbentuk pengerasan jalan tapi tidak ditemui ada lagi kolam-kolam dan lubang-lubang menganga karena telah diratakan dengan alat berat dan ditimbun dengan pasir dan kerikil. Kondisi jembatan juga sudah lebih baik karena pengerjaan beberapa jembatan beton telah selesai.

1315805545840004779


Sungai yang jadi latar merupakan jalan masuk ke TNBK
Seperti biasa, perjalanan ini menjadi petualangan yang menyegarkan mata dan jiwa karena begitu unik dan kayanya wilayah lintas utara ini dengan bentang alam yang luar biasa. Hutan dan keberadaan dua taman nasional diwilayah ini menjadikan wilayah lintas utara sebagai tujuan ekotourisme untuk trakking dan adventure lainnya. Tapi sayang, karena rencana untuk ke Taman Nasional Danau Sentarum batal akibat kemarau panjang yang mengeringkan wilayah danau terbesar dikabupaten kapuas hulu ini.

1315803909828925939


Lanscape Bukit Lanjak
Bermalam semalam dikecamatan badau, dirumah paman teman seperjalanan untuk keesokan harinya mengunjungi kecamatan terluar indonesia yaitu kecamatan empanang. Begitu jauhnya perjalanan menjadi suatu kesan tersendiri dihati saya, betapa luasnya wilayah NKRI, betapa kayanya kita dengan hutan dan rimba yang masih menghijau sejauh mata memandang. Hutan yang dulu gundul akibat pembalakan liar oleh pengusaha-pengusaha malaysia kini mulai menghijau kembali, tapi dibeberapa titik terdapat  area perkebunan kelapa sawit yang mulai tumbuh dari Group Perusahaan SInar Mas. Semoga tidak merusak area ekosistem yang luar biasa itu.


13158041291499243020
Rehat di Sei Sedik, sungai yang terletak dipinggir jalan menuju lanjak
13158042691478814110


Di Border resmi yang belum beroperasi sampai saat ini
Bergulirlah berbagai cerita menarik dari teman-teman yang bertugas diperbatasan, mengenai hubungan kekerabatan antara malaysia dan indonesia. Dimana mereka lebih sering bertandang ke negara tetangga daripada ke ibu kota kabupaten karena jarak tempuh yang begitu jauh dan melelahkan. Keluarga-keluarga mereka yang berdiam dinegara tetangga dan bahkan anak-anak mereka yang sekolah, kuliah dan menjadi pekerja profesional dinegara itu karena sejak lahir sudah mendapatkan status kewarganegaraan malaysia meskipun orang tua mereka berstatus sebagai warga negara indonesia. Mengherankan, dikecamatan empanang kami menemukan harga bensin per liter Rp.7.000,- padahal di ibu kota kabupaten kapuas hulu harga perliter saat lebaran kemarin mencapai Rp.10.000,-. Bukannya ingin membandingkan, harga-harga kebutuhan pokok dinegara tetangga tersebut jauh lebih murah dan terjangkau. Karena itu sebagian besar masyarakat perbatasan lebih suka menggunakan barang-barang dari negara sebelah ketimbang produk nasional.  Bisa menikmati mobil-mobil murah, double gardan kembara paling gres bisa didapat dengan harga 3o juta rupiah, tak heran dirumah seorang teman diperbatasan terparkir dengan manis tiga buah mobil malaysia.

1315804429644675149


Double Gardan boooo~~~
1315804634645203769


Tipikal rumah komunitas dayak iban perbatasan
Cerita unik lainnya, tentang  seorang pegawai negeri indonesia tapi dua anaknya telah menikmati pendidikan gratis dinegara tetangga dan salah satunya menjadi pegawai kerajaan malaysia setelah lulus dari sebuah universitas teknologi disana. Temanku sambil bercanda mengatakan memang keren juga tinggal diperbatasan, bisa punya dua kewarganegaran..punya dua kaki untuk melangkah. Dan saya menimpali dengan bercanda..wah, bapak ini plin-plan punya dua negara. Tapi keren juga bisa menghadiri wisuda anaknya di KL...Dimanapun tak masalahkan?, yang penting negara mana yang bisa memberikan masa depan yang cerah buat mereka...adalah hak mereka toh untuk hidup layak dan memilih..ketimbang menunggu yang tidak jelas.


1315804747620508046


Dirumah Kawan di Kec. Empanang
Dikecamatan empanang, kami sempatkan untuk berkunjung kerumah pak camat sambil ngobrol-ngobrol tenang kondisi diperbatasan. Beliau mengeluhkan tentang sarana dan prasarana penunjang tugas yang minim tetapi memang begitulah kondisi rata-rata daerah perbatasan. Pulangnya saya dibekali oleh-oleh standar dari perbatasan berupa minuman MILO produk malaysia.

13158048632064361218


Ibu Kota Kec. Badau dari sini hanya butuh 1 jam ke malaysia
Jam 15.00 kami beranjak kembali lagi ke putussibau dan tibanya jam 19.00 malam..lumayan capek dan melelahkan tapi kesan yang mendalam membuat kami ketagihan dan merencanakan sebuah perjalanan kembali diliburan berikutnya sampai masuk ke negara tetangga. Tapi tentunya harus mempersiapkan surat-surat resmi agar tidak ditangkap sebagai pendatang ilegal.

131580503435505752



1315811337837135876


Mejeng didepan kantor camat empanang

Wednesday, August 17, 2011

Burung Enggang Maskot Suku Dayak Kalimantan

Dok. Deby Parbud
Masyarakat dayak Kalimantan memiliki mascot berupa burung enggang karena merupakan hewan khas Kalimantan dan paruhnya sering digunakan sebagai hiasan topi atau Mandau dan alat-alat lainnya dan merupakan bagian dari ritual adat. Namun saat ini populasi burung enggang mulai mengalami penurunan yang cukup tajam sehingga pemerintah mengkategorikannya sebagai hewan langka dan dilindungi.  Salah satu tempat populasi burung ini terdapat dikabupaten Kapuas Hulu, tapi hanya ada didaerah-daerah tertentu. Salah satunya didesa teluk aur empangau yang merupakan perkampungan nelayan yang dihuni oleh suku melayu. Salah satu factor menguntungkan terjaganya populasi burung enggang adalah karena suku melayu tidak memiliki kebiasaan berburu dan ritual adat yang menggunakan burung enggang sebagai aksesoris. 
Enggang atau Rangkong (bahasa Inggris : Hornbill) adalah sejenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran. Biasanya paruhnya berwarna terang. Nama ilmiahnya “Buceros” merujuk pada bentuk paruh, dan memiliki arti tanduk sapi dalam bahasa yunani. Termasuk kelompok Bucerotidae memiliki 57 spesies. Sembilan spesies daripadanya berasal dari endemic bagian selatan Afrika. Makanannya terutama buah-buahan juga kadal, kelelawar, tikus, ular dan berbagai jenis serangga. (sumber : Wikipedia)

Dok. Deby Parbud

Burung enggang sebagai maskot kalimantan seharusnya kita jaga bersama agar tidak punah, agar dimasa datang mereka tetap dapat mengepakkan sayabnya dengan gagah dan menjadi simbol keberagaman spesies penghuni pulau terbesar diindonesia ini.

Friday, June 3, 2011