Monday, October 18, 2010
Individu-individu
Kadang kita berlari terlalu cepat, sehingga lupa bahwa sesekali perlu melambat untuk memeriksa apakah yang kita lakukan sudah tepat. Karena baik belum tentu benar, dan benar belum tentu tepat.Setiap orang memiliki sisi tersembunyi yang kadang tidak ia mengerti, butuh orang lain untuk mengingatkan bahwa bahwa ia telah melakukan hal yang tepat dalam hidupnya karena itu manusia adalah mahluk sosial yang tak bisa berdiri sendiri dalam dunia yang kadang kejam ini. Berapa lama kita tahan untuk menyendiri?berapa lama kita bisa menyimpan semua persoalan tanpa bantuan dan dukungan orang lain..? setiap orang membutuhkan seseorang untuk membuka siapa dirinya yang sebenarnya, untuk mengenal dirinya melalui kacamata orang lain demi memperoleh pengakuan atas eksistensi diri. Karena itu, kita butuh sahabat, kita butuh keluarga, kita butuh suami, kita butuh istri, kita butuh anak-anak, kita membentuk suatu komunitas sosial bahkan kita butuh berinteraksi dengan alam. Semua itu kita lakukan untuk satu alasan, yaitu untuk mengenal siapa diri kita yang sesungguhnya.
Saturday, October 16, 2010
Pontianak, Selintas dari udara
Aku selalu siap dengan kamera pocketku dimana dan kemanapun aku pergi, selalu ada objek yang menarik yang harus direkam, paling tidak bisa menjadi pengingat dalam hidupku tempat-tempat yang telah aku kunjungi.
Objek kali aku ambil dari udara saat pesawat baru lepas landas, melihat bagaimana kota pontianak dari udara dengan dilatari sungai kapuas yang berkelok-kelok. Bangunan-bangunan terlihat kecil, dan masih ada lahan hijau menyegarkan mata.
Kota pontianak masih memiliki banyak lahan kosong untuk pengembangan kota
Sungai kapuas sungguh indah, laksana ular monster mencengkram zamrud khatulistiwa, sungguh beruntung kita memilikinya
Mudah-mudahan pengembangan kota pontianak kedepannya tidak mengabaikan aspek lingkungan dan memiliki penataan yang selaras dengan alam.
Objek kali aku ambil dari udara saat pesawat baru lepas landas, melihat bagaimana kota pontianak dari udara dengan dilatari sungai kapuas yang berkelok-kelok. Bangunan-bangunan terlihat kecil, dan masih ada lahan hijau menyegarkan mata.
Kota pontianak masih memiliki banyak lahan kosong untuk pengembangan kota
Sungai kapuas sungguh indah, laksana ular monster mencengkram zamrud khatulistiwa, sungguh beruntung kita memilikinya
Mudah-mudahan pengembangan kota pontianak kedepannya tidak mengabaikan aspek lingkungan dan memiliki penataan yang selaras dengan alam.
Friday, October 8, 2010
Banjir di Kapuas Hulu
Banjir kali ini adalah banjir terbesar setelah dua kali banjir lainnya di tahun 2010 ini. Yang terakhir sebelumnya terjadi di bulan agustus tetapi hanya satu hari, airnya surut dan hanya bagian-bagian tertentu yang terendam air.
Kali ini, hampir semua tempat merata digenangi air bahkan kediamanku termasuk daerah tinggi yang setauku hampir tidak pernah digenangi air, kali ini air sudah menyentuh lantai dan merendam garasi motor.
Menurut informasi yang ku dengar, hampir seluruh kota kecamatan yang berdiam disepanjang aliran sungai kapuas terendam banjir bahkan ada yang sudah sampai ke atap dan banyak masyarakat lokal yang terpaksa harus mengungsi, bagi yang rumahnya bertingkat masih bisa bertahan dengan logistik seadanya.
Syukurlah bahwa masyarakat sudah cukup beradabtasi dengan kejadian-kejadian seperti ini dan memiliki transportasi air yang bisa digunakan untuk menyuplai logistik bagi keluarga mereka dan orang-orang yang membutuhkan.
Kondisi ini sangat mencemaska, karena cuaca yang selalu hujan mengakibatkan sungai kapuas meluap melebihi daya tampungnya. Entah, apakah besok air sudah bisa turun atau belum tetapi biasanya air hanya akan bertahan paling lama 3 hari.
Kali ini, hampir semua tempat merata digenangi air bahkan kediamanku termasuk daerah tinggi yang setauku hampir tidak pernah digenangi air, kali ini air sudah menyentuh lantai dan merendam garasi motor.
Menurut informasi yang ku dengar, hampir seluruh kota kecamatan yang berdiam disepanjang aliran sungai kapuas terendam banjir bahkan ada yang sudah sampai ke atap dan banyak masyarakat lokal yang terpaksa harus mengungsi, bagi yang rumahnya bertingkat masih bisa bertahan dengan logistik seadanya.
Syukurlah bahwa masyarakat sudah cukup beradabtasi dengan kejadian-kejadian seperti ini dan memiliki transportasi air yang bisa digunakan untuk menyuplai logistik bagi keluarga mereka dan orang-orang yang membutuhkan.
Kondisi ini sangat mencemaska, karena cuaca yang selalu hujan mengakibatkan sungai kapuas meluap melebihi daya tampungnya. Entah, apakah besok air sudah bisa turun atau belum tetapi biasanya air hanya akan bertahan paling lama 3 hari.
Monday, October 4, 2010
Ayah dan Ibuku
Ayahku mengajariku tentang menikmati hidup secara musikal, bahwa seni adalah cara terindah memandang hidup ini. Ibuku mengajariku cara bertarung mengalahkan keterbatasan dan mengejar keinginan termasuk kerja keras didalamnya, untuknya..jalan selalu terbuka lebar bagi orang yang tak berhenti untuk berusaha. Aku belajar mencintai hidu p dari ayahku dan menjalani hidup dari ibuku..ayahku mengajariku untuk tidak apa menjadi orang yang santai, sedikit melow, dan ibuku mengajariku cara hidup yang keras dan membuatku mengerti bahwa dunia ini bukan untuk orang-orang yang malas. Aku bersyukur kepada Tuhan untuk hidupku yang teramat sempurna didalam kekurangan-kekuranganku..karena keduanya membuatku seimbang..didalam kelemahan dan didalam kelebihanku. Terima Kasih Tuhan..untuk semua orang tua yang telah menerima tugas maha berat dari Mu, untuk melahirkan, menjaga, mendidik, mencintai anak-anaknya bahkan didalam kekurangan-kekurangan mereka, cinta mereka tidak surut.
Tuesday, September 28, 2010
Gurun Makai
Kabupaten Kapuas Hulu kaya akan sungai-sungai dengan berbagai karakteristiknya. Dari yang berarus tenang dengan airnya yang berwarna kecoklat-coklatan juga sungai yang jernih, berarus derai dan berbatu-batu.
Salah satunya yang cukup terkenal dan sudah ditata meskipun belum memadai adalah gurun makai, lokasinya terletak beberapa kilometer dari desa Tikalong dan dapat di tempuh dengan waktu kira-kira 1 jam menggunakan kendaraan roda dua.
Daerah ini termasuk dataran tinggi dan berbukit-bukit sehingga memiliki pemandangan alam yang lumayan menyegarkan mata,
sayangnya tidak didukung infrastruktur jalan yang nyaman untuk di tempuh karena cenderung licin di waktu hujan.
Di tempat itu telah tersedia pondok untuk beristirahat dan juga toilet, tetapi seperti fasilitas umum lainnya, kondisinya kurang terawat. Sekali ya, padahal akan lebih menarik minat bagi yang suka trakking karena sungai tersebut harus melalui jalan setapak yang naungi pepohonan nan hijau menyegarkan mata.
Pengembangan industri di daerah
mengurangi populasi jakarta bisa lakukan dengan mengembangkan industri di daerah-daerah yang merupakan sentra perkebunan, misalnya perkebunan kelapa sawit kenapa harus mengeksport hanya dalam bentuk mentah atau CPO?kenapa tidak dibuat aturan untuk membangun industri pengolahan dari CPO menjadi berbagai produk olahan yang bisa langsung di konsumsi masyarakat dan di eksport dalam bentuk barang jadi, selain akan membuka banyak lapangan pekerjaan juga akan memberikan nilai tambah bagi bergeraknya perekonomian daerah. Kemudian batu bara, kenapa tidak dibuat Perusahaan listrik berbasis batubara yang bisa menyuplai kebutuhan listrik pulau kalimantan, dengan demikian kebutuhan industri akan supply listrik terpenuhi dan akan membuat proses produksinya terus berjalan, pulau penyuplai batubara dan minyak kok listriknya byarpet..begitu..kemudian infrastruktur jalan, sulawesi punya trans sulawesi, sumatra punya trans sumatera, jawa punya trans jawa yang paling mulus..kalimantan?..masih belum selesai-selesai...bukankah jalan sangat penting sebagai sarana penghubung antar daerah, akan memacu aksebilitas dan memudahkan didalam memasarkan berbagai hasil produksi local, berkembangnya industri-industri di daerah akan mengurangi keinginan sebagian masyarakat untuk pindah ke kota-kota besar seperti Jakarta untuk mencari pekerjaan dan juga dapat menyebarkan tenaga-tenaga professional sehingga ada alih teknologi dari pusat ke daerah, belum lagi multiplayer efeknya bagi bertumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat yang berkembang sejalan dengan perkembangan industry.
Saturday, September 25, 2010
Mengalir bersama sungai Kapuas
Aku tak pernah bosan menikmati sungai kapuas di waktu senja. Saat semburat jingga menyebarkan warnanya diawan-awan..memantul dipermukaan air. Begitu indah,begitu damai dan tenang.
Hatiku mengalir bersama arusnya, dan melebur bersama riak gelombang tersapu angin.
Burung bangau putih mengepakkan sayabnya dan hinggap di dahan hijau di tepi pantai...sungai kapuas, seperti lirik lagu sungai kapuas "bile kite minum aeknya, meskipun kite pergi jauh kemane..takkan mungkin nak ngelupakannye.." Sungai kapuas memberikan inspirasi bagi berjuta syair dan cerita.
Konon ada ular-ular besar siluman yang hidup di sungai-sungai, dan ada kembaran manusia berupa buaya yang hidup dialam sana, yang sekali waktu menjelma menjadi pria tampan atau gadis cantik jelita, merayu dan menjadikannya istri yang kemudian melahirkan keturunan-keturunan yang memiliki dua habitat, bila lahir kembar, maka salah satunya akan berwujud ular nabau atau buaya .Antara percaya dan tidak percaya, dulu aku banyak mendengar cerita tentang gadis-gadis atau pemuda yang kesurupan dan ingin terjun ke sungai untuk bergabung dengan keluarganya disana.
Mungkin ini hanya cerita, atau memang benar ada alam supranatural yang tersembunyi dari mata manusia.
Yang jelas dongeng tersebut telah menjadi cerita pengantar tidur selama berabad-abad oleh penduduk yang berdiam disepanjang aliran sungai. Dan sampai masa remajaku, aku sering mendengarkan cerita magis tentang penghuni sungai-sungai yang bermuara pada sungai kapuas.
Tanah sepanjang aliran sungai kapuas sangat gembur dan subur, kaya akan aneka flaura dan fauna. Dulu, aku sering ikut ibuku berkebun ditepi sungai kapuas, biasanya kami menggunakan perahu dayung untuk mencapai lokasi kebun musiman masyarakat setempat.
Berbagai macam sayuran seperti jagung, kacang panjang, kacang merah,ubi jalar, singkong dan lain-lain tumbuh dengan subur.
Pabila musim bertani orang-orang membuka lahan untuk ladang dengan menebang pohon-pohon yang tumbuh subur, dan agar menghemat waktu dibuat langkau-langkau atau pondok untuk berteduh bahkan menginap di waktu-waktu tertentu mengingat banyaknya kera dan mahluk lainnya.
Hatiku mengalir bersama arusnya, dan melebur bersama riak gelombang tersapu angin.
Burung bangau putih mengepakkan sayabnya dan hinggap di dahan hijau di tepi pantai...sungai kapuas, seperti lirik lagu sungai kapuas "bile kite minum aeknya, meskipun kite pergi jauh kemane..takkan mungkin nak ngelupakannye.." Sungai kapuas memberikan inspirasi bagi berjuta syair dan cerita.
Konon ada ular-ular besar siluman yang hidup di sungai-sungai, dan ada kembaran manusia berupa buaya yang hidup dialam sana, yang sekali waktu menjelma menjadi pria tampan atau gadis cantik jelita, merayu dan menjadikannya istri yang kemudian melahirkan keturunan-keturunan yang memiliki dua habitat, bila lahir kembar, maka salah satunya akan berwujud ular nabau atau buaya .Antara percaya dan tidak percaya, dulu aku banyak mendengar cerita tentang gadis-gadis atau pemuda yang kesurupan dan ingin terjun ke sungai untuk bergabung dengan keluarganya disana.
Mungkin ini hanya cerita, atau memang benar ada alam supranatural yang tersembunyi dari mata manusia.
Yang jelas dongeng tersebut telah menjadi cerita pengantar tidur selama berabad-abad oleh penduduk yang berdiam disepanjang aliran sungai. Dan sampai masa remajaku, aku sering mendengarkan cerita magis tentang penghuni sungai-sungai yang bermuara pada sungai kapuas.
Tanah sepanjang aliran sungai kapuas sangat gembur dan subur, kaya akan aneka flaura dan fauna. Dulu, aku sering ikut ibuku berkebun ditepi sungai kapuas, biasanya kami menggunakan perahu dayung untuk mencapai lokasi kebun musiman masyarakat setempat.
Berbagai macam sayuran seperti jagung, kacang panjang, kacang merah,ubi jalar, singkong dan lain-lain tumbuh dengan subur.
Pabila musim bertani orang-orang membuka lahan untuk ladang dengan menebang pohon-pohon yang tumbuh subur, dan agar menghemat waktu dibuat langkau-langkau atau pondok untuk berteduh bahkan menginap di waktu-waktu tertentu mengingat banyaknya kera dan mahluk lainnya.
Menyusuri sungai kapuas dengan speedboat adalah moment yang sangat menakjubkan buatku, sejauh mata memandang, airnya yang tenang dan hijaunya dedaunan membelai mata dan hatimu. Keunikan tradisi di sepanjang sungai kapuas terdapat pemukiman-pemukiman penduduk yang bertumpu pada jembatan kayu yang menghubungkan dari rumah ke rumah.
Ada beberapa tempat yang dari dulu terkenal akan makanan khas kapuas hulu yaitu kerupuk basah yang terbuat dari daging ikan, rasanya sangat khas dan selalu dirindukan oleh orang-orang yang berasal maupun yang bukan berasal dari kapuas hulu, karena sekali mencicipinya akan membuat ketagihan..rasanya yang unik di tambah sambal kacang...wuiiihh..lezat banget.
Tempat itu adalah sebuah kota kecamatan yang bernama Embaloh Hilir dan Bunut. Seingatku dari jaman aku anak-anak, memang ada sebuah tempat produksi kerupuk basah disebuah rumah lanting.
Yang mengelola tempat itu seorang keturunan tionghoa, setiap hari akan disinggahi oleh kendaraan transportasi air yang menyinggahkan penumpangnya untuk membeli oleh-oleh kerupuk basah baik untuk dimakan selama perjalanan maupun untuk dibawa ke tempat tujuan.
Rasanya khas karena terbuat dari daging ikan belidak. Kapuas hulu sendiri merupakan sentra hasil produksi ikan tawar terbesar di kalimantan barat, dan keramba-keramba yang memelihara ikan toman sejenis ikan gabus yang beratnya bisa mencapai 3kg. Ikan ini paling enak dipanggang dan disalai atau dijadikan ikan asin. So..kalau anda ke kapuas hulu..jangan lupa menyusuri sungai kapuas sampai ke kapuas hulu. Bagi yang ingin merasakan petualangan, dari pontianak bisa menumpang motor bandung para pedagang yg pulang dari memasarkan hasil produksinya..atau dari sintang menggunakan speedboat, moment itu pasti akan menjadi saat paling menakjubkan dalam hidup.
Subscribe to:
Posts (Atom)












