Saturday, September 21, 2013
Friday, September 20, 2013
Selamat Tinggal
Berapa kali kata itu harus ku ucapkan dalam hati.................
Berapa kali aku harus terluka...
Berapa kali dalam hidupku yang payah ini aku belajar untuk berkata cukup...
Cukuplah untuk tahu...
Cukuplah untuk merasa...
Cukuplah untuk bertanya..
Tapi penderitaan membawa kisahnya sendiri...
Yang kadang sulit untuk dipahami...
Bagaimanapun,..hidup terus berjalan...
Musim berganti, demikian kisah kita..
Selamat Tinggal sayang.....................
Berapa kali aku harus terluka...
Berapa kali dalam hidupku yang payah ini aku belajar untuk berkata cukup...
Cukuplah untuk tahu...
Cukuplah untuk merasa...
Cukuplah untuk bertanya..
Tapi penderitaan membawa kisahnya sendiri...
Yang kadang sulit untuk dipahami...
Bagaimanapun,..hidup terus berjalan...
Musim berganti, demikian kisah kita..
Selamat Tinggal sayang.....................
Thursday, September 12, 2013
Hitam Putih Lanscape Taman Nasional Danau Sentarum
Kawasan TNDS memiliki keunikan dan keindahan yang akan memanjakan mata bahkan saat baru memasuki muara sungai yang akan menghubungkan ibu kota kecamatan Batang Lupar ke kawasan Danau Luar. Permukaan air yang begitu tenang akan memantulkan dengan sempurna apapun yang tumbuh diatasnya.
Tuesday, September 10, 2013
Seratus Tahun Gereja Khatolik di Martinus Kec. Embaloh Hulu Kab. Kapuas Hulu Kalbar
| Sisialo, penyambutan tamu ala suku dayak tamambaloh |
Merupakan kesempatan yang langka dan saya amat beruntung untuk menyaksikan sendiri perayaan Seabad lamanya Gereja Khatolik hadir di Kecamatan Embaloh Hulu melalui ordo kapusin yang berasal dari Belanda. Perayaan yang begitu meriah dan penuh warna dari masyarakat lokal yang bersukacita sebagai perayaan hadirnya kasih Allah bagi suku adat yang dulu begitu terpencil dan hidup dalam kepercayaan leluhur. Sulit bagi saya
| Ninuk dan pastor mateo dalam pakaian tradisional Tamam Baloh |
Sub suku dayak terbesar yang menghuni daerah perbatasan lintas utara kapuas hulu adalah suku iban dan tamambaloh. Suku Iban merupakan salah satu suku terbesar dilintas utara yang menyebar sampai ke negara malaysia bagian sabah dan sarawak dan menggunakan bahasa ibu yang sama bahkan masih banyak merupakan kerabat dekat karena selain merupakan suku nomaden juga memiliki kebiasaan untuk merantau ke negara tetangga bahkan berumah tangga dan beranak-pinak disana.
| Gadis Iban mengenakan pakaian tradisional |
| dua gadis martinus mengenakan pakaian tradisional |
Sedangkan suku tamambaloh lebih menetap dan tingkat penyebarannya tidak
terlalu jauh seperti suku iban. Namun kedua sub suku dayak tersebut
memiliki adat istiadat yang unik dan menarik, jika pakaian suku iban
lebih banyak menggunakan aksesoris berupa uang logam dipakaian
tradisional juga aksesoris kepala yang lumayan berat karena juga
menggunakan hiasan yang terbuat dari perak, sedangkan pakaian tradisional suku
tamambaloh lebih simple menggunakan payet dan corak khas dayak dan ikat
kepala terbuat dari kain yang disebut tengkulas. Acara ini juga
dimeriahkan oleh sub suku dayak lainnya yang terdapat dikapuas hulu
seperti suku kayan dan taman dengan membawa corak budayanya
masing-masing menampilkan ragam pesona adat istiadat dan keindahan
kapuas hulu.
| Tarian yang bercerita tentang harmonisasi suku dayak dengan alam |
| persembahan tarian dari suku taman |
Monday, September 9, 2013
Soal Miss-missan
Terkait pro kontra miss-missan, saya sih bukan pendukung dan juga bukan penentang namun penikmat keindahan. Saya senang liat peserta kontes pake baju tradisional indonesia,...cakep-cakep, indah mempesona. Gadis-gadis itu juga orang hebat-hebat karena bisa terpilih dari sekian ribu wanita, kalau bicara tentang kompetisi. Saya sih gak pernah mikir, kalau mereka nantinya akan dieksploitasi habis-habisan dan mrendahkan martabat si upik dan si butet..lha apa hubungannya, saya adalah saya, mereka adalah mereka...rempong ya cyiiinnn....
Kenapa juga mereka yang ikut kontes lalu saya yang merasa direndahkan, saya fine-fine aja disini..nontonpun cuma sekilas aja semalam, pas mereka pakai baju adat...sopan-sopan pula, manis-manis senyumannya...apalagi senyuman daniel yang jadi host gitu ya...yarap....hehehehe...
Yang saya tau, nantinya mereka diharapkan akan menjadi duta untuk kemanusiaan, lingkungan..memang ada sih yang membawa brand atau merek tertentu..namanya juga bisnis, ya kalau gak mampu ga usah beli..gitu aja rempong ya cyiinnn... sorry untuk mereka yang berpikir beda, boleh-boleh ajakan berpeda pendapat dinegara demokrasi ini????
Saturday, July 20, 2013
Menikmati Seafoods di Sungai kakap Pontianak
Sungai kakap adalah sebuah kota kecamatan dikabupaten kubu raya, dapat ditempuh menggunakan jalan raya dengan jarak 26 Km dengan kondisi jalan lumayan bagus. Kemudian via Punggur Kecil berjarak
sekitar 29 km kondisi jalan kurang baik dan aksesibilitas rendah. Sungai kakap merupakan salah satu pemukiman nelayan yang terletak dipinggiran muara laut, tidak berbatasan langsung dengan garis pantai dan memiliki hutan bakau yang masih terjaga sehingga kakap merupakan salah sentra penghasil tangkapan laut yang paling dekat dan mudah dijangkan dari ibu kota provinsi kalimantan barat.
Monday, July 1, 2013
Putussibau, Kota kecil yang mulai bergairah di HUT Bhayangkara ke-67 tahun
Putussibau, kota kecil ditengah jantung kalimantan akhir-akhir ini tak lagi terlalu sepi dan mulai banyak even yang meramaikan kota ini. Pameran seni dan fotografi, festival musik, racing motor byce juga sudah difasilitasi dengan sarana tersendiri, sampai malam hiburan ulang tahun Bhayangkara Polres ke-67 Putussibau tadi malam yang diramaikan oleh beberapa band lokal.
Bersama-sama teman-teman komunitas photografi, saya juga ikut meramaikan dengan jepretan lensa, meskipun tidak terlalu tajam..maklum masih belajar semoga masih dapat dinikmati dan mari kita ramaikan kota Putussibau, salam Jepret!
Subscribe to:
Posts (Atom)





