Tuesday, December 27, 2011

Christmas Trips to Village

Dalam rangka pulang kampung untuk merayakan natal bersama keluarga, aku dan sepupuku memutuskan untuk menggunakan motor roda dua. Selain karena alasan  infrastruktur jalan yang lebih layak untuk dilalui kendaraan roda dua juga karena ingin lebih menikmati perjalanan pulang. Terlebih lagi karena disepanjang jalur simpang adong memiliki keindahan alam yang luar biasa, sebagai daerah perbukitan terdapat dua air terjun yang telah dijadikan tujuan wisata local yaitu air terjun pusaka tunggal dan gurun munsin. Salah satu keunikan air terjun tersebut adalah airnya yang berwarna merah kecoklatan bukan jernih dan bening seperti air terjun yang terdapat dilintas utara. 









Terdapat jalan masuk rabat beton yang bisa dilalui kendaraan roda dua ke area air terjun pusaka tunggal, masuk ke dalam hutan basah dan sebuah pondok atau pesanggrahan, udara terasa sangat sejuk dan segar. Bunyi air yang mengalir membuat dada terasa lapang dan menyatu dengan alam..sungguh Tuhan begitu baik telah menganugerahkan keindahan luar biasa dan kekayaan alam tak ternilai bagi kabupaten Kapuas Hulu.


Gurun Munsin

Wednesday, December 21, 2011

Arti seorang Ibu bagiku

Apa arti seorang ibu untukku?.....begitu banyak, terlalu banyak..mungkin kata-kata didunia ini tak cukup untuk menggambarkan apa arti seorang ibu bukan hanya bagiku, tapi juga bagi orang lain yang pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Apa kita punya kehidupan tanpa pengorbanan seorang ibu?
Kalau Natal berbicara tentang kasih tak bersyarat, maka ibulah natal itu. Natal adalah tentang hadiah tak ternilai bagi kehidupan manusia, ketika Allah memberikan kesempatan bagiku untuk memiliki hidup yang berharga melalui pemberian kasihnya yaitu putra Nya yang tunggal sebagai jembatan penghubung antara manusia yang berdosa dengan Allah yang kudus..maka ibu bagiku adalah perwujudan kasih Allah dalam hidupku, berjuang memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya tak peduli dirinya seperti lilin yang membakar dirinya sendiri untuk memberikan cahaya bagi orang lain. Melalui dia aku belajar tentang iman, aku belajar bahwa hidup adalah tentang bagaimana kita menjalaninya dengan keyakinan dan keyakinan takkan berarti bila tak bermanfaat bagi sesama seperti Tuhan Yesus yang rela meniadakan semua keagunganNya dengan lahir dikandang domba dan tinggal diantara orang-orang yang dipandang  sebelah mata oleh dunia. Yesus membuat dirinya terjangkau oleh kita. Ibuku membuatku bisa menjangkau semua harapan dan impian manusiaku oleh keyakinan terhadap Dia..bukan dengan cara yang mudah, tetapi dengan perjuangan dan pengorbanan.
Aku melihat seorang ibu yang mendedikasikan seluruh hidupnya dengan satu tujuan...untuk memberikan masa depan yang baik kepada anak-anaknya, tak peduli rintangan apapun yang menghalangi ibuku seperti seorang pejuang yang selalu siap menghadapi apapun juga. Ketika ku tanya bagaimana ia melewati itu semua, jawabannya hanya satu..bahwa tak sedikitpun ia merasa lelah, ia seperti diberikan kekuatan dan semangat luar biasa untuk bekerja karena saat itu yang tersirat dipikirannya hanya kami...agar tidak mengalami nasib yang sama dengannya, hidup dalam keprihatinan dari masa kanak-kanak bahkan dimasa dewasa. Aku telah menyaksikan bagaimana tangan dan kaki itu bekerja seumur hidupku, aku kerap tergelitik dengan kecepatan berpikirnya untuk mengatasi persoalan..ibuku wanita yang luar biasa...bisa membaca dan menulis meskipun hanya bersekolah tiga hari..aku kerap mengintip ibuku berdoa, dan merasa malu karena iman seperti apa yang ku miliki dibanding iman yang dimiliki ibuku.Ibuku tidak malu dengan keterbatasannya, karena itu saat ayahku menjadi pejabat, ibuku tetap melakoni apa yang ia bisa yaitu berladang dan berkebun, menoreh karet..apapun itu yang menghasilkan uang agar dapur tetap ngebul. Aku sering mengeluh karena tanganku terkelupas ketika menumbuk padi, tapi tangan ibu tidak hanya terkelupas..kadang tersayat oleh rumput yang tajam dan kulitnya menebal karena aktivitas kasar yang harus ia lakukan setiap hari...dulu aku sering mengeluh sakit kepala karena harus memikul kayu bakar dibahu kadang kepalaku tapi ibuku hanya bilang..begitulah nasib orang yang tidak sekolah..hanya bisa melakukan pekerjaan kasar...dari semua itu, aku belajar tentang hidup..bahwa untuk meraih sesuatu kita harus berjuang dan kadang berkorban, dan iman tak berarti tanpa tindakan. Tak ada berkat yang jatuh dari langit begitu saja, ada saatnya Tuhan ingin kita bertindak untuk menjangkau dengan usaha kita.

Bagi ibu, tak ada waktu yang sia-sia...waktu begitu berharga untuk hidup dalam penyesalan dan berdiam diri. Bila hidup itu adalah sesuatu, maka kitalah yang harus memberi nilai terhadap sesuatu itu. Tak ada kisah sentimentil tentang ibuku, semuanya adalah tentang tindakan...kasih sayang harus disertai dengan tindakan untuk berbuat benar..iman harus disertai dengan usaha...mau sukses maka kerja keraslah, kemiskinan tidak menghalangi kita untuk maju...kemiskinan itu hanya ada dalam pikiran...itu ibuku, pahlawanku...itu arti natal bagiku, yaitu tentang Ibuku. Dan memang..tak ada kata-kata yang cukup untuk menggambar tentang arti seorang ibu bagiku. 

Tuesday, December 20, 2011

Tentang Cinta itu

Apakah aku cinta dia.....?
Entah, barangkali karena dia telah jadi bagian dari setiap momen yang ku lalui...
atau karena dia satu-satunya yang ada dikebuntuan hati untuk membuka diri...
dia tak pernah menjanjikan apa-apa..aku juga tak ingin bertanya...
Karena kita berdua sama...mencintai kebebasan......dan enggan untuk meninggalkannya....
Kalau hanya ini yang ku punya..lalu untuk apa aku rela kehilangan...
Biarlah saat ini yang ada...karena antara cinta dan penderitaan hanya segaris tipis membentang...
daripada kehilangan dan hampa tak berujung...mungkin cinta..mungkin kesepian..
Tapi sama saja....tak memiliki apa-apa juga hanya nestapa...
Anggap saja..ini cinta...karena jelas aku menyayangi dia....

Borobudur melintasi jaman

Borobudur, siapa yang belum pernah mendengar tentang candi terbesar umat budha abad ke – 9 ini berukuran sebesar 123 x 123 meter, memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleknya. Pernah menjadi salah satu keajaiban dunia karena arsitekturnya yang luar biasa dan bertahan melewati jaman.
Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.




Lokasi candi adalah kurang lebih 100km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama budha mahayana sekitar tahun 800-an masehi pada masa pemerintahan wangsa syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca budha. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).




Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Budha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.





Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat budha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. (Sumber : Wikipedia)

Monday, December 19, 2011

Mati untuk Hidup

Mati...siapa yang tidak takut mati? kematian adalah satu-satunya rumus pasti yang takkan pernah bisa disangkal oleh setiap manusia, bahkan dengan cara apapun..belum ada teknologi yang bisa merubah takdir kematian manusia. Namun kematian memiliki misteri yang tak seorangpun tahu pasti, bagaimana..dimana...seperti apa kematian akan menghampiri kita dalam ranjang kehidupan yang begitu rapuh..ketika seorang yang kita kenal dijemput kematian kita berduka dan mencoba tegar sambil bertanya-tanya dalam hati...kapan waktu kita tiba...tapi hidup ini menawarkan begitu banyak hal untuk kita terus berjalan, perlahan duka sirna..luka sembuh dan kita melanjutkan hidup seolah tak pernah terjadi apa-apa dipermukaan meskipun kehilangan seseorang tetap menorehkan pengingat dilubuk hati terdalam. Bila kehilangan itu seperti mati, maka mati diperlukan untuk tetap hidup...kematian membuat kita lebih waspada menjalani kehidupan ini..kehilangan seseorang membuat kita mulai merenungi bagaimana mengisi waktu yang tersisa agar tidak berlalu sia-sia...dan saat itu, kehidupan kita yang sebenarnya dimulai ketika kita sudah mampu menyadari keterbatasan masa hidup yang singkat ini. Mati itu pasti..tapi bagaimana hidup kita menjadi berarti? itulah arti kematian..yaitu agar kita dapat menjalani hidup yang berbeda dari sebelumnya...yang pasti adalah kehidupan yang lebih baik dan berarti agar semua kehilangan itu tidak sia-sia, seperti tumbuhan yang mati menjadi pupuk untuk bertumbuhnya kehidupan yang lain.

Sunday, December 18, 2011

Bunga melati nan wangi (Fragrant Jasmine)

Keharuman semerbak dipagi hari....
Aroma wangi menebarkan kesegaran dan menghangatkan rasa dijiwa.........
Embun basah didaun yang hijau..
Bersyukur untuk pagi hari yang Kau beri...
keindahan kecil nan sempurna dimahkota putih berserak antara hijaunya dedaunan yang berseri…….
Sungguh menawan dan tak kuasa untuk melewatkan begitu saja...
Pesona melati..hiasan para dewi...



Tuesday, November 29, 2011

Menjelajahi Area Taman Nasional Danau Sentarum

Sebuah obsesi yang selama ini belum terwujud dalam hatiku adalah menjelajahi kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, karena itu bertepatan dengan pelaksanaan Festival Danau Sentarum pada tanggal 28 November sampai 2 Desember  2011 kemarin, saya dan teman-teman berkesempatan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Dengan menyewa sebuah speedboat dengan tarif harian Rp.1.200.000,-  dirasakan lebih fleksibel menggunakan waktu yang ada untuk menjelajahi area taman nasional yang selama ini belum sempat dikunjungi.



Camp Bukit Tekenang
contoh varietas bambu tropis

Salah satu tempat yang memiliki fasilitas penginapan dan selama ini telah menjadi base camp para peneliti adalah camp TNDS di Bukit Tekenang yang kini juga memiliki home stay terapung dan diresmikan pada hari itu juga. Area camp memiliki fasilitas trakking ke hutan sampai puncak bukit, berbagai varietas pohon yang telah ditandai dan diberi nama terdapat diarea tersebut. Kami juga beruntung menyaksikan beberapa pohon cempedak dan empakan sejenis buah asli Kalimantan mirip durian yang sedang berbuah lebat tapi sayangnya belum saatnya untuk dipetik.


perkampungan nelayan
salah satu cabang sungai

Menurut info seorang petugas, bahwa untuk kunjungan berikutnya setiap orang yang masuk kekawasan tersebut akan ditarik retribusi masuk, tidak mahal hanya beberapa ribu rupiah dan karena dikelola oleh Departemen Kehutanan melalui TNDS maka retribusi tersebut selanjutnya akan disetor ke kas negara. Dibase camp bukit tekenang, kita juga bisa mendapatkan berbagai informasi ilmiah tentang keragaman spesies yang terdapat diwilayah TNDS. Kesegaran sangat terasa, dan sejauh mata memandang kita disuguhi keindahan khas hutan tropis. Sayangnya karena keterbatasan waktu, kami tidak bisa menunggu untuk menyaksikan pertandingan lomba perahu yang diadakan disalah satu wilayah TNDS yaitu di pulau sepandan, sebuah pulau terdiri dari tanah berbatu yang tidak berpenghuni. Pulau tersebut juga terletak ditengah danau namun belum sepenuhnya masuk ke area danau luar yang luas.



hutan yang terendam saat pasang

mencari ikan

Wednesday, November 9, 2011

Betung Kerihun National Park Of Kapuas Hulu Regency West Kalimantan

Kerihun National Park is located starting from Hulu Embaloh districts inhabited by the Dayak tribe baloh park to perhuluan Kapuas Dayak tribes who inhabited forgiveness and havongan. Access only to the national park located Betung karihun Embaloh sub region upstream before the start cruising through the river rod Trakking is Embaloh. Most of the topography of the National Park Betung Karihun form of hills of the mountain ranges that connects Mount Betung Muller and Mount Kerihun as well as a barrier between the area of ​​Indonesia to Sarawak, Malaysia.


From the foot of the mountains Muller flowing small rivers which form the watershed (DAS), namely: Kapuas, Sibau, depth, and Embaloh Bungan which is the sole pathway for entry into the National Park area.

There are several attractions to be visited, namely Muller mountain ranges that perpetuates the name seoran explorers who discovered these mountains is a dutch warlord who eventually died in river rapids upstream connection bakang-Nanga Kapuas.Then Mount Kerihun and Mount Betung, ideal for hiking or rock climbing activities. Tekelan River, Sibau, depth, and Kanyau Embaloh, suitable for the hobby of fishing, watching wildlife / plant and cultural tourism. There is also a cascade Lapan, cascade Sun that is suitable for rafting with the difficulty level III s / d IV, with its climax in class V in the cascade of the Sun. Sedik river, Sungai Batang Pilung and Jaan is a waterfall and for observing animals and plants in the Cape Lokang, there are cliffs and limestone caves

Betung Kerihun National Park Of Kapuas Hulu Regency West Kalimantan




Kabupaten kapuas hulu memiliki dua Taman nasional yaitu Taman Nasional Danau Sentarum yang merupakan kawasan danau-danau beserta ekosistem didalamnya cocok untuk wisata air, dan Taman Nasional Betung Kerihun yang merupakan area hutan hujan yang sangat vegetative cocok untuk trakking sambil mengamati ragam flora fauna yang langka ditempat lainnya. Taman nasional betung kerihun terletak mulai dari wilayah kecamatan Embaloh Hulu yang dihuni oleh suku dayak taman baloh sampai ke perhuluan Kapuas yang dihuni suku dayak punan dan havongan.Sebagian besar topografi Taman Nasional Betung Karihun berupa perbukitan dari bentangan pegunungan Muller yang menghubungkan Gunung Betung dan Gunung Kerihun sekaligus sebagai pembatas antara wilayah Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

Dok. Debby
Dok. Deby (area kawin burung ruai)
Dari kaki pegunungan Muller mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu : Kapuas, Sibau, Mendalam, Bungan dan Embaloh yang merupakan jalur satu-satunya untuk masuk ke kawasan Taman Nasional.

Area Trakking (Dok. Deby)

Terdapat beberapa obyek yang menarik untuk dikunjungi, yaitu barisan pegunungan Muller yang mengabadikan nama seorang komandan belanda yang menemukan pegunungan tersebut, namun akhirnya tewas di jeram sungai bakang-nanga bungan hulu Kapuas. Kemudian Gunung Kerihun dan Gunung Betung, sangat cocok untuk kegiatan pendakian atau panjat tebing. Sungai Tekelan, Sibau, Mendalam, Embaloh dan Kanyau, cocok untuk yang hobby memancing, mengamati satwa/tumbuhan dan wisata budaya. 
Camp Wisata (Dok. Deby)
Terdapat pula Riam Lapan, Riam Matahari merupakan tantangan tersendiri bagi yang menyukai arung jeram dengan tingkat kesulitan III s/d IV, dengan klimaksnya pada kelas V di Riam Matahari. Sungai Sedik, Batang Pilung dan Sungai Jaan merupakan air terjun dan untuk pengamatan satwa 
Sungai Embaloh

Hand Wofen Dusun Wisata Sadap



dan tumbuhan di daerah Tanjung Lokang, terdapat pula tebing-tebing dan goa kapur.

Tuesday, November 8, 2011

Art Of Body Painting Dayak Tribe

Tatto atau body painting merupakan salah satu seni rajah kulit tertua yang memiliki beragam makna khusus, sebagai symbol dan pengingat terkait dengan kepercayaan atau sesuatu yang diyakini. Tattoo juga terkait dengan status social atau kedudukan individu dimasyarakat, sebagai pelengkap aura mistis sebuah ritual dan dewasa ini telah berkembang menjadi seni tingkat tinggi dengan menggunakan teknologi modern yang lebih higienis. Seni tatto berkembang melintasi jaman, dan dapat ditemukan diberbagai belahan dunia baik pada masyarakat modern maupun pada masyarakat tradisional termasuk pada suku dayak.
Tattoo pada masyarakat dayak dimasa lampau merupakan symbol fisik yang secara langsung memperlihatkan status social seseorang didalam masyarakat dan lintas gender. Berbagai motif atau gambar  tattoo disesuaikan dengan status social tersebut dan karena itu motif-motif yang digunakan akan berbeda sesuai dengan strata individu yang melakukan rajah ditubuhnya.


Tattoo dapat memberikan suatu makna tersendiri bagi sipemilik tattoo, memberikan kebanggaan dan keberanian sehingga menimbulkan aura mistis menambah kewibawaan dan keperkasaan sipemilik tattoo. Semua suku dayak Kalimantan mengenal dan melakukan tattoo pada tubuh mereka namun corak-corak tattoo berbeda antara satu suku dengan suku lainnya. Suku dayak tradisional menggunakan duri pohon jeruk sebagai jarum rajah. Sebagai zat pewarna, masyarakat dayak menggunakan bahan alami berupa arang kayu dammar dan kayu ulin sebagai bahan utama. Jelaga periuk untuk menghasilkan warna hitam, caranya arang kayu dammar ditumbuk hingga halus yang hasilnya kemudian dicampur dengan minyak tradisional suku dayak setelah itu siap digunakan. 

secara umum, ragam corak dan motif tatto yang digunakan suku dayak terdiri dari corak burung enggang dan naga jaman dulu khusus digunakan untuk kaum bangsawan, bunga terung untuk para ksatria, paling banyak digunakan oleh suku iban yang terkenal pemberani, kemudian motif manusia, akar-akaran/sulur dan anjing sebagai simbol kesetiaan dan penjaga banyak digunakan oleh rakyat biasa.



Lake Festival Sentarum On Nov 28, until Oct 4, 2011

Sentarum Lake National Park area which is located in West Kalimantan Kapuas Hulu. As the area lakes that make up the freshwater ecosystems and habitats have an exotic landscape, township-village of fishermen and their biggest source of livelihood, national parks Sentarum lake located in the border area that has a tradition of Dayak and Malay culture unique and interesting. 
Event Sentarum Lake festival will be held from 28 November to 4 December 2011, various types of activities will be displayed in the event but its location adjacent to spread in different districts, such as th boat will be implemented diibu selimbau district town, the exhibition may be held diputussibau etc.. Want to have your own? please visit the event!

Festival Danau Sentarum, 28 November s/d 4 Desember 2011

Danau Sentarum adalah kawasan Taman Nasional yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu Kalbar. Sebagai kawasan danau-danau yang membentuk ekosistem dan habitat air tawar memiliki lanscape yang eksotis, perkampungan-perkampungan nelayan dan sumber mata pencaharian terbesar mereka, taman nasional danau sentarum terletak didaerah perbatasan yang memiliki tradisi dan budaya dayak melayu yang unik dan menarik.
Event berupa festival Danau Sentarum akan dilaksanakan dari tanggal 28 November-4 Desember 2011, beragam jenis kegiatan akan dipertunjukkan dalam event tersebut tapi lokasinya menyebar diberbagai kecamatan yang berdekatan, misalnya lomban sampan akan dilaksanakan diibu kota kecamatan selimbau, pameran mungkin akan diadakan diputussibau dan lain sebagainya. Mau mengalami sendiri? silakan kunjungi event tersebut.




Sunday, October 30, 2011

Sang Waktu

Siapakah kita dibelantara hidup ini?
Kau dan aku, kita adalah diri kita sendiri...
Lahir,..hidup..menjelajah setiap sudut kehidupan...
Memburu,..berpacu...melambat..berhenti..kemudian berjalan lagi..........
Mencoba mengakali sang waktu dengan menipu diri sendiri
bahwa kitalah sang pengendali waktu....
Tapi sesungguhnya..kitalah sang budak waktu...
waktu yang tak pernah melambat atau menunggu...
waktu yang membuat kita terengah-engah dan kehabisan nafas....
waktu yang tak pernah kembali untuk mengajari kita hal yang sama dua kali....
waktu tak menunggu kita untuk mengerti dan menyerap segala hal sekaligus....
waktu tak mentolerir kemalasan dan kelambatan berpikir...
waktu memberi tantangan untuk ditaklukan...
waktu membuktikan kita manusia macam apa....jadi pecundang atau pemenang

Monday, October 10, 2011

Jairi, sosok pengajar muda di Hulu Kapuas




13182320221468232835
Sang Guru muda ditengah murid-muridnya

Mempersiapkan generasi penerus bangsa, hanya bisa dilakukan dengan pendidikan dan untuk memajukan pendidikan kadang membutuhkan pengabdian. Masalahnya tidak semua tempat diindonesia ini telah mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai, terutama dipelosok-pelosok terpencil. Pertanyaannya, siapakah yang mau melakukan pengabdian dan dikirim ketempat-tempat yang jauh dari kenyaman peradaban modern, dari minimnya sarana dan prasarana pendidikan. Karena hanya orang yang memiliki semangat pengabdian yang tinggi yang mau melakukan hal tersebut, hati yang terpanggil untuk menjadi garam dan terang ditengah buramnya dunia pendidikan bagi anak-anak yang berdiam dipelosok-pelosok yang jauh, mereka yang kadang mimpi-mimpiuntuk masa depan yang lebih baik harus kandas karena keterbatasan biaya, sarana dan prasarana pendidikan dan juga fasilitas umum lainnya.


1318232114181959283
Rumah dinas guru yang harus dipasang terpal agar tidak bocor

Menjadi sosok pendidik disebuah desa terpencil diperhuluan Kapuas kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, yaitu desa bungan, bukanlah hal yang pernah terlintas didalam pikiran sosok muda kelahiran kota Surabaya ini. Bergabung dengan Yayasan Indonesia Mengajar yang dipelopori oleh Bpk. Anies Bawesdan, yayasan ini memiliki visi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa diseluruh pelosok nusantara. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk mengisi kekurangan guru didaerah-daerah. Sosok muda itu bernama jairi, ditempatkan di sebuah desa bernama bungan. Desa bungan adalah salah satu desa paling terpencil kapuas hulu. hampir 100% penduduk lokal adalah suku dayak punan, satu-satunya jalur transportasi ketempat tersebut adalahmenggunakan speedboat melewati sungai berarus deras, karena itu satu-satunya SD Negeri ditempat tersebut hanya memiliki tiga orang tenaga pengajar, dengan bergabungnya jairi maka diharapkan proses belajar mengajar akan semakin baik dari sebelumnya.

13182311831903215587
Semangat belajar di alam terbuka nan segar
Dia bercerita tentang berbagai peristiwa yang dialami dan temui selama menjadi tenaga pendidik didaerah tersebut, mulai dari proses adaptasi terhadap masyarakat sekitar sampai minimnya sarana dan prasana pendidikan, tercetus pula keprihatinan akan masa depan anak didik yang selama ini menghadapi banyak kendala didalam menerima proses belajar mengajar. Selain karena minimnya tenaga pendidik yang sewaktu-waktu apabila ada urusan ke ibu kota kabupaten harus diliburkan beberapa saat sehingga proses belajar jadi tersendat, juga diakibatkan karena masih rendahnya motivasi para orang tua dalam mendorong anak-anaknya untuk menerima proses pendidikan yang ada. Hampir mayoritas penduduk desa bungan selain bertani dan menjadi perambah hutan juga berprofesi sebagai penambang emas liar. Pada waktu-waktu tertentu mereka lebih senang apabila anak-anak mereka yang masih belia itu ikut membantu orang tuanya mendulang emas karena hasilnya bisa untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Sedih melihat kondisi tersebut, jairi berupaya menerapkan secara maksimal strategi belajar mengajar yang telah dia terima selama masa pembekalan, dan hasilnya tingkat kehadiran para peserta didik semakin membaik dan para orang tua juga mulai memberikan support kepada anak-anaknya agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik. 

13182313832036221296
Main air setelah belajar..bikin fresh

Demikian sekilas cerita tentang seorang pengabdi muda yang telah rela meninggalkan kenyamanan kota besar demi ikut memajukan dunia pendidikan Indonesia, jalannya memang tidak mudah dan penuh rintangan namun apa yang dilakukan akan memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi mereka, jiwa-jiwa belia penerus bangsa. Mudah-mudahan sosok jairi bisa menginspirasi adik-adik mahasiswa dan pelajar yang sukanya tawuran, bahwa perubahan bukan hanya sebatas kata-kata, apalagi hanya dalam bentuk tindakan anarki, tapi perubahan adalah sesuatu yang diinterpretasikan dalam bentuk tindakan nyata, semangat mengabdi dan melayani adalah sesuatu yang sangat mulia dan dibutuhkan mereka, yaitu adik-adik kita yang berada jauh dipelosok-pelosok paling luar dari Negara ini. Salam salut untuk Indonesia Mengajar!

1318231609381197125
Indahnya alam di Hulu Kapuas

Wednesday, October 5, 2011

Dayak Tribe Traditional way of life


Suku dayak Kalimantan sebagaimana suku-suku lainnya diindonesia memiliki ciri khasnya sendiri, salah satunya berupa rumah tradisional. Dikenal sebagai rumah panjang karena terdiri dari banyak bilik yang mampu menampung sebuah komunitas dayak diperkampungan tertentu. Semakin banyak anggota komunitas maka akan semakin banyak bilik baru yang ditambahkan ke bangunan asli. Kebiasaan hidup masyarakat dayak sangat komunal, ikatan kekeluargaan sangat penting didasari semangat tolong menolong dan gotong royong. Tinggal bersama akan mempermudah memantau kehidupan anggota komunitas yang biasanya merupakan keluarga besar yang masih memiliki hubungan darah. Namun dewasa ini, cara hidup bersama dirumah panjang telah banyak ditinggalkan karena masyarakat semakin individualistis, alasan tata ruang dan kenyamanan. Salah satu wilayah yang penduduknya masih banyak menerapkan hidup komunal dirumah panjang adalah daerah perbatasan Indonesia Malaysia Kab. Kapuas Hulu Kalbar yang tediri dari suku iban dan taman baloh.



Dayak tribe traditional way of life

Dayak tribe of Borneo, as other tribes in indonesia has its own trademark, one form of traditional houses. Known as the long house or betang because it consists of many booths that can accommodate a certain at Dayak people community. More and more members of the community, the more the new booths were added to the original building. Dayak communities living habits are very communal, family ties are very important based on the spirit of mutual help and mutual aid. 


Staying together will make it easier to monitor the lives of members of the community which is usually a large family who still have blood relations. But today, how to live together at home long been widely abandoned due to increasingly individualistic society, spatial and comfort reasons. One of the areas whose population is still much to implement a long communal living at homeis Indonesia Malaysia border area consisting of the iban tribe and the taman baloh.

Tuesday, October 4, 2011

Nothing new under the sun


Sang Pengkhotbah anak Daud berkata :

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?


Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.


Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.


Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.


Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.


Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.


Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.


Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.


Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.


Prosa yang ditulis oleh Salomo dimasa berkuasanya tersebut berbicara tentang siklus kehidupan. Segala sesuatu yang terjadi dari masa ke masa pada dasarnya hanyalah pengulangan hal-hal yang terjadi dimasa lampau. Tidak ada hal yang benar-benar baru, kita hanya melakukannya dengan cara yang berbeda. Cara yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda, tapi segala sesuatu akan kembali pada porosnya darimana ia berasal, debu kembali ke debu, kehidupan yang fana akan berakhir pada kematian. Akhir sebuah kehidupan yang berawal dibawah matahari, maka akan berakhir dibawah matahari pula dan kembali hidup dibawah cahaya abadi yang lain. Kenang-kenangan akan berakhir dibatas memori yang bertumbuh dibawah matahari, lampau, kini dan nanti.

Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa pada tingkat kepuasan tertentu kita akan mulai jenuh kemudian menurun dan mencari pemuasan dalam bentuk lainnya, tidak  ada kepuasan yang kekal dibawah matahari, segala sesuatu adalah kesia-siaan. Kita mencari kebahagiaan dalam segala aspek kehidupan, tapi tetap ada ruang tersendiri yang tak terpuaskan, manusia mencari kekekalan, tapi apa yang kita anggap kekekalan tidak bertahan dibawah matahari, karena siklus kehidupan terus berputar. Keabadian hanyalah berupa kebenaran iman, sesuatu yang tidak kita lihat tapi kita yakini, tidak dibatasi malam dan siang, embun dan badai, penderitaan dan bahagia..matahari terbit dan matahari terbenam...keabadian adalah samudera raya kehidupan itu sendiri yang membenam kita dalam penciptaan yang baru melampaui apa yang kita ketahui tentang kehidupan ini. Saat siklus kehidupan dibawah matahari berakhir, maka  kehidupan yang baru berawal didalam keabadian Sang Pencipta. 

Monday, October 3, 2011

Menjadi " Berbeda"

Kita hanya sekumpulan manusia bertopeng yang kadang takut untuk menjadi diri sendiri. Kadang kita harus melakukan sesuatu agar dianggap sesuai dengan tuntutan sekitar kita, tak peduli bahwa hal tersebut tidak relevan dengan prinsip-prinsip yang kita anut.Kita mengatakan hal-hal yang manis demi menyenangkan hati orang lain, sementara pikiran berkata sebaliknya. Semua harus kita lakukan atas dasar norma  yang berterima umum dan berlaku dalam suatu komunitas. Norma yang kadang relatif karena berbeda situasi memiliki norma yang mungkin berbeda. Tapi orang-orang idealis menjaga kita untuk tetap jadi manusia yang jujur..jujur pada diri sendiri dan berani berbeda arah dalam menyatakan diri. Terima kasih Tuhan, karena masih ada orang-orang yang melakukan sesuatu bukan karena ingin dianggap pahlawan namun hanya karena itulah hal yang benar untuk dilakukan..mereka yang tak pernah menonjolkan apa yang mereka lakukan dan memilih lebih banyak bertindak ketimbang hanya berka-kata. Menjadi orang yang jujur memang harus berani jadi berbeda.

Thursday, September 29, 2011

Yogya ku kembali

Menginjak kaki di tanah yogyakarta selalu meninggalkan kesan tersendiri. Yogya kota yang nyaman, dan masyarakatnya hidup apa adanya kata pak supir taksi yang ramah. Yogya kota yang aman dan tentram, dan ciri tradisionalnya sungguh menggoda. Karena itu, pulang keyogya kali ini tak ku sia-siakan sedikitpun waktu yang ada. Malioboro tentu saja menjadi prioritas utama, kemudian pantai-pantai laut selatan di daerah gunung kidul pun tak lupa untuk dikunjungi. Dua diantaranya adalah pantai baron dan pantai krakal, pantai baron memiliki lanscape yang cantik dengan batu karang dan air yang jernih dan tidak terlalu asin, tapi pantainya tidak terlalu panjang. Dikedua tepinya terdapat tebing batu karang yang dibawahnya bisa untuk tempat bernaung dan bersantai menikmati es kelapa muda..mmm..nikmatnya. Sebelum pulang jangan lupa membeli oleh-oleh dari hasil laut seperti cumi-cumi, udang dan kepiting yang sudah digoreng dengan tepun dan juga cemilan yang terbuat dari rumput laut.


Sedangkan pantai krakal lebih landai dan lebih panjang namun gersang dan sangat panas karena tidak ada pepohonan yang bisa menaungi pengunjung dari panas matahari, saya hanya singgah sebentar.


 Diujung jalan malioboro terdapat tempat tongkrongan yang sangat ramai dimalam hari, tersedia bangku-bangku untuk duduk bersantai dan pedagang-pedagang menggelar dagangannya.







Yogyakarta, salah satu keindahan wajah indonesiaku..budaya dan tradisi yang penuh makna dan keramahan bersahaja. Yogya juga sangat menghargai perbedaan sebagaimana nafas dari bhineka tunggal ika. Karena itu yogyakarta dijuluki kota pelajar dan juga kota budaya, semoga yogyakarta semakin maju dan sejahtera.