Wednesday, May 28, 2014

Jelajah Gugusan Kepulauan Randayan-Lemukutan Kec. Sungai Raya Kalbar (edisi ngebolang)



Pulau kecil diperjalanan dihuni para nelayan

Kecamatan Sungai Raya Kepulauan adalah salah satu Kecamatan yang berada di pesisir pantai di Kota Singkawang atau kabupaten pontianak, Sebelumnya Kecamatan ini masuk dalam wilayah kecamatan Sungai Raya, dan kemudian Kecamatan Sungai Raya dimekarkan menjadi 3 kecamatan yang antara lain Kecamatan Sungi Raya, Kecamatan Capkala, dan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Merupakan salah satu wilayah yang memiliki gugusan kepulauan yang terbentang indah dan berbatasan langsung dengan laut china selatan dan memiliki potensi wisata bahari yang besar dimasa depan apabila dikelola dengan baik. Diantaranya yang saat ini mulai terkenal dan paling sering dikunjungi adalah pulau Randayan dan Lemukutan.
        
Bagan, untuk menangkap cumi dimalam hari

Merupakan kawasan konservasi berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bengkayang No. 220 Tahun 2004 tentang Penetapan Pulau Randayan dan Pulau-pulau Sekitarnya sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Bengkayang yang meliputi (i) zona preservasi/ zona inti (daratan Pulau), (ii) zona konservasi (Pantai berhutan bakau, habitat penyu, perairan pantai untuk terumbu karang. Demikian sedikit latar belakang tentang kawasan ini, semoga menambah wawasan kita tentang wilayah terluar Kalimantan barat.


Jembatan Dermaga Pulau Randayan
Fasilitas nginap tarif perkepala 190rb, dua kepala jdi 500rb..mare ambil kalkulator


Tanggal 15 mei sampai 18 mei 2014, saya dan teman-teman berkesempatan untuk kedua kalinya mengunjungi pulau lemukutan dan pertama kalinya ke Randayan. Cuacanya bulan mei begitu cerah dan lautan sedang tenang-tenangnya menjadi saat yang tepat untuk mengunjungi kepulauan ini, karena lautan hampir bebas dari ombak besar, laut biru dan bening membentang menawarkan pesona keindahan yang memanjakan mata dan jiwa.
Narsis dolok
saat senja dirandayan 
Nyiur melambai di randayan

Berjarak tempuh kira-kira 3 jam dari Pontianak, kami bergegas berangkat menggunakan sepeda motor dari jam 3 subuh lewat sedikit menuju dermaga teluk suak di desa karimunting kecamatan sungai raya. Merupakan satu-satunya dermaga penghubung ke  gugusan kepulauan, kami menggunakan sejenis kapal kecil yang pada saat itu mengalami kesulitan untuk merapat ke dermaga karena air laut sedang surut sehingga penumpang diantar jemput menggunakan perahu. Tarif kapal menuju randayan kalau tidak salah 15 ribu, ternyata tak mahal ya

menuju pulau lemukutan
menunggu sunset dilemukutan

Cerita anak pulau
Membuat manisan pala
Sisi lain pulau lemukutan
Nyiur masih melambai

perjalanan menggunakan kapal memakan waktu kira-kira hampir dua jam ke  randayan. Melewati banyak pulau-pulau kecil nan cantik yang dihuni para nelayan, semakin lengkap perjalanan melihat aktivitas para nelayan dan juga gugusan bagan, sejenis gubuk kayu yang didirikan terapung menggunakan tong atau ada juga yang dipancang dengan tiang ke dasar laut yang tidak terlalu dalam. Gunanya adalah sebagai tempat untuk menangkap cumi pada malam hari dengan memanfaatkan cahaya sebagai penarik cumi-cumi tersebut ke jaring yang telah disiapkan. Akhirnya kami sampai ke pulau randayan mungil dan nan indah, terdapat jembatan panjang menghubungkan dermaga dengan resort mini yang dikelola oleh Palapa Beach.
Karena musim laut sedang tenang, sepanjang mata memandang terbentang laut biru dan jernih diarea snorkeling, bahkan sesekali kita akan melihat kumpulan ikan-ikan disela-sela terumbu karang.
Aktivitas sore hari nelayan
 
Perkamp
Hari pertama kami habiskan untuk mengeksplore pulau kecil hanya berpenduduk penjaga vila dan satu keluarga yang syukurlah punya warung kecil, karena sudah sangat kelaparan akhirnya kami hanya mengolah makanan instan dan cepat saji, apalagi kalau bukan indomie. Kebetulan saat itu pemilik warung sedang panen sejenis mangga kecil yang uniknya tidak bisa dibiarkan terlalu masak karena akan berulat, rasa dagingnya setengah matang tidak terlalu asam sehingga tanpa ragu kami sikat dengan gigi untuk mengupasnya…luar biasa….
Melihat kondisi pulau yang kecil dan tidak terlalu banyak lagi yang bisa dieksplore akhirnya kami memutuskan hanya nginap satu malam dan keesokan harinya kami meneruskan langkah ke pulau lemukutan dan menginap dua malam divila kayu milik bang andy, yang sangat ramah dan baik hati.
Karena pulau lemukutan adalah pulau terpanjang dan dihuni ratusan kepala keluarga, setiap sudut menawarkan landscape yang menawan dan area snorkeling yang begitu asyik, rasanya seminggu juga betah..hahahahaha
Kalau menurutku, lebih baik pemerintah daerah dalam hal ini adalah Pemda Bengkayang mulai mempersiapkan potensi pariwisata ditempat ini dengan pembinaan berkelanjutan dan menyerahkan pengelolaan pariwisata pada masyarakat local, hanya saja perlu edukasi dan pembinaan kepada mereka bagaimana menjadi tuan rumah pariwisata yang lebih baik, sekarang sih sudah cukup memuaskan hanya saja alangkah baiknya kalau terus didampingi, agar masyarakat local dapat memanfaatkan secara optimal potensi yang ada. Pokoknya kalau saya sih puas bisa snorkeling, human interest, ngelanscape dan jelajah pulau…masih pingin balik kesini..hahahaha…
Okelah, akhirnya hari terakhir kita dilemukutan harus balik ke Pontianak untuk menjumpai event besar gawai dayak se-prov kalbar, lumayanlah nambah koleksi photo. Cukup sekian cerita perjalanan dari saya…kita jumpa di edisi jelajah Bukit Semujan yang terdapat dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum.






Post a Comment