Tuesday, October 4, 2011

Nothing new under the sun


Sang Pengkhotbah anak Daud berkata :

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?


Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.


Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.


Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.


Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.


Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.


Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.


Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.


Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.


Prosa yang ditulis oleh Salomo dimasa berkuasanya tersebut berbicara tentang siklus kehidupan. Segala sesuatu yang terjadi dari masa ke masa pada dasarnya hanyalah pengulangan hal-hal yang terjadi dimasa lampau. Tidak ada hal yang benar-benar baru, kita hanya melakukannya dengan cara yang berbeda. Cara yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda, tapi segala sesuatu akan kembali pada porosnya darimana ia berasal, debu kembali ke debu, kehidupan yang fana akan berakhir pada kematian. Akhir sebuah kehidupan yang berawal dibawah matahari, maka akan berakhir dibawah matahari pula dan kembali hidup dibawah cahaya abadi yang lain. Kenang-kenangan akan berakhir dibatas memori yang bertumbuh dibawah matahari, lampau, kini dan nanti.

Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa pada tingkat kepuasan tertentu kita akan mulai jenuh kemudian menurun dan mencari pemuasan dalam bentuk lainnya, tidak  ada kepuasan yang kekal dibawah matahari, segala sesuatu adalah kesia-siaan. Kita mencari kebahagiaan dalam segala aspek kehidupan, tapi tetap ada ruang tersendiri yang tak terpuaskan, manusia mencari kekekalan, tapi apa yang kita anggap kekekalan tidak bertahan dibawah matahari, karena siklus kehidupan terus berputar. Keabadian hanyalah berupa kebenaran iman, sesuatu yang tidak kita lihat tapi kita yakini, tidak dibatasi malam dan siang, embun dan badai, penderitaan dan bahagia..matahari terbit dan matahari terbenam...keabadian adalah samudera raya kehidupan itu sendiri yang membenam kita dalam penciptaan yang baru melampaui apa yang kita ketahui tentang kehidupan ini. Saat siklus kehidupan dibawah matahari berakhir, maka  kehidupan yang baru berawal didalam keabadian Sang Pencipta. 

No comments: